Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi Kuliah 9 : Studi Kelayakan Bisnis – Aspek Sosial

 A. Pendahuluan

Studi kelayakan bisnis merupakan langkah sistematis untuk menilai apakah suatu rencana bisnis layak dijalankan dari berbagai aspek: pasar, teknis, hukum, keuangan, dan sosial. Aspek sosial menjadi penting karena bisnis tidak berdiri sendiri, tetapi berada di tengah masyarakat yang menjadi sumber tenaga kerja, konsumen, dan pemangku kepentingan lain. Kegagalan memahami aspek sosial dapat menimbulkan resistensi, konflik sosial, hingga kegagalan proyek.


B. Pengertian Aspek Sosial dalam Studi Kelayakan Bisnis

Aspek sosial dalam studi kelayakan bisnis mengkaji sejauh mana proyek atau usaha yang direncanakan akan berdampak terhadap lingkungan sosial dan apakah memperoleh dukungan dari masyarakat setempat. Analisis ini juga mencakup penilaian atas kesesuaian nilai budaya lokal, partisipasi masyarakat, potensi dampak sosial negatif/positif, serta upaya mitigasi konflik sosial.


C. Tujuan dan Manfaat Analisis Sosial dalam Studi Kelayakan

  • Menilai dukungan dan penerimaan masyarakat lokal.

  • Menghindari konflik sosial yang dapat menghambat operasi bisnis.

  • Mengidentifikasi peluang kontribusi sosial (CSR, penciptaan lapangan kerja).

  • Memastikan keberlanjutan sosial (social sustainability) dari proyek bisnis.


D. Indikator Penilaian Aspek Sosial

  1. Struktur dan budaya masyarakat lokal

  2. Dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat (misalnya: peluang kerja, penghasilan)

  3. Pergeseran nilai atau norma akibat kehadiran bisnis baru

  4. Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan

  5. Penerimaan sosial (social license to operate)

  6. Dampak migrasi, kemiskinan, dan ketimpangan sosial

  7. Konflik agraria atau lahan masyarakat adat


E. Metodologi Analisis Aspek Sosial

  • Studi dokumen sosial (profil desa, RPJMDes, data BPS)

  • Survey dan wawancara dengan tokoh masyarakat

  • FGD (Focus Group Discussion) dengan warga

  • Analisis SWOT dan stakeholder mapping

  • Kajian AMDAL Sosial (bagian dari UKL-UPL/AMDAL)


F. Studi Kasus

Studi Kasus 1: Proyek PLTU Batang, Jawa Tengah

  • Permasalahan Sosial: Penolakan masyarakat terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) skala besar karena khawatir akan pencemaran dan hilangnya mata pencaharian petani.

  • Dampak Sosial: Terjadi konflik horizontal dan vertikal, serta munculnya gerakan advokasi lingkungan.

  • Tindakan Mitigasi: Pemerintah dan investor melakukan pendekatan persuasif, pelatihan alternatif pekerjaan, dan program CSR lingkungan.

  • Pelajaran: Aspek sosial harus dianalisis sejak awal untuk memperoleh “izin sosial”.

Studi Kasus 2: Perluasan Perkebunan Sawit di Kalimantan Barat

  • Permasalahan Sosial: Sengketa lahan antara perusahaan dan masyarakat adat Dayak.

  • Dampak Sosial: Ketegangan sosial, kerusuhan, dan tuntutan hukum terhadap perusahaan.

  • Solusi: Dialog partisipatif dan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

  • Pelajaran: Kelayakan sosial menjadi prasyarat untuk keberlanjutan industri ekstraktif.


G. Penutup

Aspek sosial dalam studi kelayakan bisnis tidak bisa diabaikan. Ketika proyek bisnis mengabaikan nilai-nilai lokal dan tidak melibatkan masyarakat sekitar, potensi kegagalan menjadi tinggi. Oleh karena itu, evaluasi sosial merupakan landasan penting untuk memastikan kelayakan jangka panjang dan keberlanjutan sebuah usaha.


Daftar Pustaka

  1. Gittinger, J. P. (2018). Analisis Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Jakarta: UI Press.

  2. Kuncoro, M. (2020). Studi Kelayakan Bisnis dan Investasi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

  3. Umar, H. (2019). Studi Kelayakan Bisnis: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana.

  4. Sulistyani, A. T. (2021). CSR dan Pembangunan Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

  5. Nugroho, R. (2020). Kebijakan Publik: Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi. Jakarta: Elex Media.

  6. Direktorat Jenderal PPMD Kemendesa. (2019). Pedoman Umum Pembangunan Desa Berbasis Partisipasi. Jakarta.

  7. Bappenas. (2021). Panduan Analisis Dampak Sosial dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional.

  8. BPS. (2023). Indikator Sosial Ekonomi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

  9. World Bank. (2019). Social Impact Assessment: Tools for Social Sustainability. Washington DC: The World Bank Group.

  10. IFC (International Finance Corporation). (2021). Stakeholder Engagement: A Good Practice Handbook for Companies Doing Business in Emerging Markets.

Posting Komentar untuk "Materi Kuliah 9 : Studi Kelayakan Bisnis – Aspek Sosial"