Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi Kuliah 9 : Manajemen Operasional Strategi proses, Lokasi, dan Tata Ruang

1. Strategi Proses (Process Strategy)

Pengertian

Strategi proses adalah upaya sistematis dalam memilih metode produksi atau penyediaan jasa paling optimal yang mampu memastikan produksi berjalan efisien, berkualitas, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Keputusan ini berkonsekuensi besar terhadap fleksibilitas operasional, biaya, dan produktivitas jangka panjang.

Empat Jenis Strategi Proses

  1. Process Focus (Fokus Proses):
    Produksi dengan volume kecil tetapi variasi besar. Contoh: rumah sakit, bengkel, butik. Sangat fleksibel tetapi kompleksitas tinggi dan biaya per unit besar karena peralatan umum dan tenaga kerja terampil.

  2. Repetitive Focus (Fokus Repetitif/Jalur Perakitan):
    Produksi batch berulang secara terstandarisasi. Contoh: pabrik manufaktur elektronik. Cocok untuk produk varian terbatas, karena sudah memiliki workflow tetap.

  3. Product Focus (Fokus Produk):
    Produksi massal untuk produk yang sangat sedikit variannya atau sama seluruhnya. Contoh: pabrik semen, minuman botol. Sangat efisien dan murah per unit, tetapi sangat tidak fleksibel.

  4. Mass Customization (Kustomisasi Massal):
    Produksi yang sanggup melayani varian khusus untuk tiap pelanggan tapi dalam volume besar. Contoh: Dell atau Tesla, yang mengizinkan custom spesifikasi. Butuh otomatisasi tinggi dan modularitas.

Implikasi Manajerial:

Memilih strategi proses yang tepat membantu perusahaan beradaptasi terhadap dinamika pasar dan teknologi. Misalignment akan menyebabkan inefisiensi besar, entah biaya produksi membengkak atau produksi tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.


2. Strategi Lokasi (Location Strategy)

Pengertian

Keputusan lokasi adalah langkah strategis memilih tempat operasional terbaik bagi pabrik, kantor, atau fasilitas distribusi sehingga meminimalkan biaya logistik, mendekatkan dengan sumberdaya atau pasar, dan mematuhi regulasi.

Faktor Kunci Penentu

  • Dekat Pasar: Mempercepat distribusi dan menekan biaya transportasi (strategi restoran cepat saji biasanya demikian).

  • Dekat Tenaga Kerja Terampil: Industri IT sering memilih lokasi di kota besar dengan banyak lulusan terbaik.

  • Ketersediaan Infrastruktur: Transportasi, listrik, internet.

  • Biaya dan Regulasi: Lokasi dengan pajak rendah atau insentif investasi.

  • Lingkungan Sosial: Minimnya konflik tanah atau faktor budaya bisa menjadi penentu.

Pendekatan Analisis:

Perusahaan mengkaji lokasi berdasarkan kombinasi analisis kuantitatif (biaya, jarak) dan kualitatif (dukungan masyarakat, ketersediaan tenaga kerja). Metode seperti factor rating, break-even analysis, atau model gravitasi dapat digunakan.


3. Strategi Tata Ruang (Facility Layout Strategy)

Pengertian

Tata ruang adalah desain penempatan fisik peralatan, mesin, workstation, dan fasilitas lainnya untuk memastikan aliran kerja/material lancar, minim waktu tunggu, dan aman.

Jenis-jenis Tata Ruang

  • Process Layout: Menempatkan peralatan sejenis dalam kelompok berdasarkan fungsi. Sangat fleksibel, tapi arus kerja kadang berliku-liku.

  • Product Layout: Layout berbasis alur (flow) sejalan proses produksi. Jalur perakitan adalah contoh ideal. Efisiensi tinggi tapi rawan downtime.

  • Fixed-Position Layout: Produk tetap di tempat (proyek konstruksi), sedangkan peralatan bergerak.

  • Cellular Layout: Menggabungkan konsep lean manufacturing, di mana mesin dikelompokkan berdasarkan produk sejenis.

Prinsip Desain Tata Ruang:

Desain tata letak harus mengutamakan efisiensi aliran bahan baku, meminimalkan perpindahan yang tidak perlu, serta mengutamakan keamanan dan ergonomi pekerja.


Kesimpulan

Setiap keputusan pada ketiga area ini harus selaras dengan strategi bisnis dan pasar organisasi. Tidak ada "one-size-fits-all". Kegagalan memilih strategi proses yang tepat dapat menyebabkan underutilization mesin atau sebaliknya bottleneck. Begitu juga lokasi yang tidak tepat akan berdampak signifikan terhadap pengiriman dan biaya operasional, sedangkan layout yang buruk akan mengakibatkan waste besar.


Daftar Pustaka

  • Heizer, J., Render B. (2020). Operations Management. Pearson.

  • Stevenson, W. (2021). Operations Management. McGraw-Hill.

  • Krajewski, L., Ritzman, L. (2021). Operations Management: Process and Value Chains. Pearson.

  • Nasution, M.N. (2020). Manajemen Operasi. Jakarta: Ghalia.

  • Chase, R. (2020). Operations Management for Competitive Advantage.

  • Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Manajemen Operasi.

Posting Komentar untuk "Materi Kuliah 9 : Manajemen Operasional Strategi proses, Lokasi, dan Tata Ruang"