Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi Kuliah 9 : Manajemen Resiko dalam SDM

Pendahuluan

Manajemen risiko dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian penting dalam tata kelola organisasi, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian yang dapat memengaruhi keberlangsungan dan produktivitas perusahaan. Dalam konteks Indonesia, tantangan manajemen SDM tidak hanya berkaitan dengan aspek internal seperti rekrutmen, retensi, pelatihan, dan kinerja, tetapi juga eksternal, seperti dinamika regulasi ketenagakerjaan, ketimpangan kompetensi tenaga kerja, serta perubahan ekonomi dan teknologi.


A. Konsep Dasar Manajemen Risiko dalam SDM

Manajemen risiko SDM adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko yang berkaitan dengan pengelolaan manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah untuk menghindari kerugian dan meningkatkan efisiensi pengelolaan tenaga kerja.

Jenis-jenis risiko SDM:

  1. Risiko Rekrutmen: kesalahan dalam seleksi karyawan.

  2. Risiko Pelatihan dan Pengembangan: ketidaksesuaian antara pelatihan dan kebutuhan organisasi.

  3. Risiko Kepatuhan: pelanggaran terhadap UU Ketenagakerjaan.

  4. Risiko Hubungan Industrial: konflik antara manajemen dan karyawan.

  5. Risiko Kinerja dan Retensi: menurunnya produktivitas dan tingginya turnover.

  6. Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.


B. Proses Manajemen Risiko SDM

Mengacu pada ISO 31000:2018, proses manajemen risiko meliputi:

  1. Identifikasi Risiko: Menentukan sumber risiko, seperti ketidaksesuaian peran, kurangnya pelatihan, dll.

  2. Analisis Risiko: Menilai kemungkinan dan dampaknya (misalnya dengan matriks risiko).

  3. Evaluasi Risiko: Menentukan prioritas penanganan.

  4. Penanganan Risiko: Menyusun strategi mitigasi (eliminasi, pengurangan, pembagian, atau penerimaan risiko).

  5. Monitoring dan Review: Menilai kembali efektivitas pengendalian.

  6. Komunikasi dan Konsultasi: Membangun komunikasi internal agar seluruh pihak memahami potensi risiko dan tindakan mitigasinya.


C. Strategi Pengelolaan Risiko SDM di Perusahaan Indonesia

Dalam konteks Indonesia, perusahaan dapat mengelola risiko SDM melalui:

  • Audit SDM berkala

  • Penerapan sistem informasi manajemen SDM (HRIS)

  • Peningkatan program K3 berbasis budaya kerja

  • Kebijakan ketenagakerjaan adaptif terhadap regulasi baru

  • Pendekatan human capital berbasis kompetensi

  • Kemitraan strategis dengan serikat pekerja

  • Sistem manajemen kinerja berbasis key performance indicators (KPI)


D. Studi Kasus

1. Kasus PT Freeport Indonesia
Perusahaan ini menghadapi risiko hubungan industrial yang tinggi akibat ketegangan antara serikat pekerja dan manajemen. Solusi yang dilakukan adalah melalui dialog sosial, renegosiasi kontrak kerja, serta pelatihan ulang bagi tenaga kerja lokal.

2. Kasus Startup Digital di Jakarta
Banyak startup menghadapi turnover tinggi akibat ketidaksesuaian ekspektasi kerja. Perusahaan merespons dengan memperbaiki proses rekrutmen, onboarding, dan menciptakan budaya kerja yang mendukung work-life balance.

3. Kasus Industri Manufaktur di Jawa Barat
Tingginya kecelakaan kerja mendorong manajemen menerapkan program K3 terpadu dan pelatihan rutin berbasis risiko, dengan hasil signifikan dalam pengurangan insiden kerja.


E. Penutup

Manajemen risiko SDM bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan bagian dari strategi organisasi dalam membangun SDM yang adaptif, aman, dan berkelanjutan. Integrasi manajemen risiko dalam SDM akan mendukung tercapainya tujuan organisasi dan membangun ketahanan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan global dan lokal.


Daftar Pustaka

  1. CRMS Indonesia & IRMAPA. (2022). Studi Nasional: Praktik Manajemen Risiko di Indonesia Tahun 2021/2022. Jakarta: CRMS.

  2. Ghozali, I. (2018). Manajemen Risiko: Pendekatan Struktur, Proses dan Analisis. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.

  3. Rivai, V., & Sagala, E. J. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Rajawali Pers.

  4. Widodo, J. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Pustaka Pelajar.

  5. ISO 31000:2018. (2018). Risk Management — Guidelines. International Organization for Standardization.

  6. Dessler, G. (2020). Human Resource Management (15th ed.). Pearson Education.

  7. Noe, R. A., Hollenbeck, J. R., Gerhart, B., & Wright, P. M. (2021). Fundamentals of Human Resource Management (8th ed.). McGraw-Hill Education.

  8. Simanjuntak, P. J. (2020). Manajemen dan Evaluasi Kinerja. Jakarta: FE UI Press.

  9. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 dan Revisi-Revisinya.

  10. Nugraha, D., & Santosa, H. (2021). Penerapan Manajemen Risiko Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit: Studi Kasus di RSUD dr. H. JusufSK. Jurnal Administrasi dan Manajemen, 12(2), 178–184.

  11. Handayani, D., & Wulandari, A. (2021). Strategi Pengelolaan Risiko Keamanan Informasi SDM di Era Digital. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 9(1), 54–62.

  12. Suharto, B., & Puspitasari, N. (2022). Evaluasi Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Masa Pandemi. Jurnal Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 6(2), 88–96.

Posting Komentar untuk "Materi Kuliah 9 : Manajemen Resiko dalam SDM"