Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi 1 : Pengantar Manajemen Strategi

Bayangkan ada sebuah kapal besar bernama “Harapan Jaya”. Kapal ini dipimpin oleh seorang nahkoda dan membawa ratusan penumpang menuju pulau tujuan. Nahkoda punya pilihan:

Berlayar tanpa peta dan hanya mengikuti arah angin, atau menyiapkan peta perjalanan, mempelajari arah angin, memprediksi cuaca, dan menentukan rute terbaik. Kalau tanpa peta? Kapal bisa tersesat, kehabisan perbekalan, atau bahkan karam diterpa badai. Tapi kalau dengan peta dan strategi, meskipun ada badai, nahkoda bisa menyesuaikan arah layar dan tetap sampai ke tujuan.

  • Kapal itu adalah organisasi.
  • Nahkoda adalah pemimpin (CEO, direktur, manajer).
  • Peta perjalanan adalah manajemen strategi.

Organisasi, seperti kapal, beroperasi dalam lingkungan yang selalu berubah: persaingan semakin ketat, teknologi berkembang, konsumen berubah-ubah selera, bahkan krisis bisa datang tiba-tiba. Tanpa strategi, organisasi akan kehilangan arah. Inilah mengapa manajemen strategi sangat penting:

  1. Menentukan visi (pulau mana yang akan dituju).
  2. Merumuskan misi (cara berlayar: kapal layar, kapal mesin, atau kapal nelayan).
  3. Menetapkan tujuan (berapa lama perjalanan, apa yang ingin dicapai).
  4. Menyusun strategi (jalur mana yang aman, bagaimana menghindari badai, kapan berlabuh untuk isi perbekalan).

Kita bisa lihat pada Gojek. Awalnya, Nadiem Makarim hanya punya ide sederhana: menghubungkan ojek dengan penumpang lewat aplikasi. Itu seperti kapal kecil dengan tujuan pulau yang dekat. Namun seiring waktu, Gojek membaca perubahan “cuaca bisnis”: orang butuh pesan makanan, orang butuh bayar online, orang butuh kirim barang cepat. Gojek lalu mengubah peta perjalanan dengan strategi diversifikasi: lahirlah GoFood, GoSend, GoPay, dan lainnya. Jika Gojek hanya berfokus pada ojek, mungkin sekarang sudah tenggelam oleh badai persaingan. Tapi dengan strategi yang adaptif, Gojek tumbuh menjadi “kapal besar” yang bahkan berlayar ke luar negeri.

Mahasiswa sebagai calon pemimpin organisasi ibarat calon nahkoda. Kalian bukan hanya dituntut pintar mengemudi kapal, tapi juga mampu membaca peta, memahami arah angin, dan menyiapkan strategi perjalanan. Manajemen strategi bukan sekadar teori, tapi bekal nyata agar organisasi (atau bahkan kehidupan pribadi kita) tidak berjalan tanpa arah.

-----

Tugas pertemuan-1

Kaitannya dengan target pencapaian kesuksesan hidup Anda, strategi apa yang akan lakukan untuk mewujudkannya, tulis kirim jawabannya di ed linknya paling lama satu pekan

Posting Komentar untuk "Materi 1 : Pengantar Manajemen Strategi "