Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi 14 : Penerapan Manajemen Operasional dalam Mendesain Desa Wisata yang Produktif dan Menghasilkan Pendapatan


A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Memahami peran manajemen operasional dalam pengembangan desa wisata.
  2. Mendesain sistem operasional desa wisata yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
  3. Mengidentifikasi peluang pendapatan bagi masyarakat dan desa dari aktivitas wisata.

B. Pendahuluan

Desa wisata merupakan salah satu strategi pengembangan ekonomi lokal yang berbasis pada potensi alam, budaya, dan kearifan lokal. Untuk menjadikan desa wisata sebagai sumber pendapatan berkelanjutan, dibutuhkan sistem manajemen operasional yang terstruktur, partisipatif, dan inovatif.


C. Tahapan Penerapan Manajemen Operasional dalam Desa Wisata

1. Identifikasi Potensi dan Sumber Daya

  • Alam: pemandangan, pegunungan, sungai, danau, air terjun.
  • Budaya: rumah adat, tarian, kuliner khas, tradisi unik.
  • Kegiatan: pertanian, kerajinan, edukasi budaya.

2. Perencanaan Operasional (Operational Planning)

  • Menentukan jenis wisata: ekowisata, agrowisata, wisata budaya, dll.
  • Menyusun rencana alur kunjungan (visitor flow): pintu masuk, titik atraksi, pusat UMKM, homestay.
  • Menyusun standar pelayanan dan harga.

3. Desain Proses Wisata (Service Design)

  • Menyusun paket wisata (1 hari, 2 hari, mingguan).
  • Proses reservasi: sistem online, loket offline.
  • Proses pelayanan wisatawan: sambutan, tour guide, konsumsi, dokumentasi, evaluasi.

4. Pengelolaan Sumber Daya

  • SDM: pelatihan masyarakat sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, pelaku UMKM.
  • Sarana & Prasarana: jalan masuk, tempat parkir, toilet umum, papan informasi, spot foto.
  • Keuangan: sistem pembagian hasil antara desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan pelaku usaha lokal.

5. Logistik dan Rantai Pasok

  • Penyediaan bahan konsumsi lokal (makanan, souvenir).
  • Distribusi hasil kerajinan dan produk UMKM ke wisatawan.
  • Pengelolaan supply alat-alat wisata (sewa sepeda, pelampung, kamera, dll).

6. Manajemen Kualitas dan Kepuasan Wisatawan

  • Penggunaan sistem survei evaluasi wisatawan.
  • Peningkatan layanan berdasarkan masukan.
  • Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) dari Kemenparekraf.

7. Manajemen Teknologi dan Digitalisasi

  • Website & media sosial untuk promosi dan reservasi.
  • Sistem informasi desa wisata (kalender event, tracking pengunjung).
  • E-payment dan QRIS untuk pembayaran.

D. Contoh Model Operasional Desa Wisata

Komponen
Penjelasan

Input Potensi alam, budaya, SDM, modal desa
Proses Perencanaan wisata, pelatihan SDM, desain atraksi, promosi
Output Kunjungan wisatawan, aktivitas wisata, transaksi ekonomi
Outcome Peningkatan pendapatan masyarakat, desa lebih dikenal
Impact Kesejahteraan meningkat, migrasi ke kota menurun, desa mandiri

E. Sumber Pendapatan Desa dan Masyarakat dari Operasional Wisata

  1. Homestay dan penginapan desa
  2. Tiket masuk dan paket wisata
  3. Penjualan produk lokal (kuliner, kerajinan, oleh-oleh)
  4. Sewa fasilitas (sepeda, ATV, perahu, kuda, aula desa)
  5. Event budaya dan edukasi (pelatihan batik, tari, pertanian)
  6. Retribusi parkir dan pajak wisata
  7. Endorsement promosi di media sosial oleh content creator

F. Studi Kasus: Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul

  • Wisata alam dan budaya (gunung api purba, pertanian kakao).
  • Sistem operasional berbasis kelompok warga.
  • Desa menerima pendapatan dari tiket, homestay, pelatihan.
  • Masyarakat aktif sebagai pemandu, penjual makanan, penyedia penginapan.

H. Referensi

  1. Heizer, J., Render, B. & Munson, C. (2020). Operations Management. Pearson.
  2. Kemenparekraf. (2023). Panduan Pengelolaan Desa Wisata Berkelanjutan.
  3. UNWTO (2022). Rural Tourism and Community Development.
  4. Studi Desa Wisata Nglanggeran – www.jogjatrip.com/nglanggeran


Posting Komentar untuk "Materi 14 : Penerapan Manajemen Operasional dalam Mendesain Desa Wisata yang Produktif dan Menghasilkan Pendapatan"