Business Model Canvas
Bisnis
Model Canvas adalah model bisnis yg terdiri dari 9 blok area aktivitas
bisnis, yang memiliki tujuan memetakan strategi untuk membangun bisnis
yang kuat, bisa memenangkan persaingan dan sukses dalam jangka panjang.
Bisnis Model Canvas ini memiliki ciri khas dengan 9 blok model yang jika
disatukan akan menjadi satu kesatuan bisnis:
1. Customers Segment
2. Value Proposition
3. Customer Relationship
4. Channel
5. Revenue Stream
6. Key Resource
7. Key Activities
8. Key Partnership
9. Cost Structure
Beberapa Faktor Penggunaan Bisnis Model Canvas
· Visual Thinking :
Cara
terbaik untuk menggunakan BMC adalah untuk mencetak versi berukuran
poster besar dan menempelkannya ke dinding. Setelah itu, founder
kemudian menggunakan sticky notes seperti post-it untuk mengisi 9
bagian. Sticky notes memungkinkan grup thinking karena setiap orang dalam tim dapat berpartisipasi aktif.
· Iterasi dengan cepat :
“Iterasi”
adalah proses di mana founder “keluar dari kantor atau labnya” dan
mencoba memvalidasi idenya, kemudian kembali lagi ke kantor untuk
memperbaiki model bisnis dan produknya berdasarkan feedback yang didapat
dari market. Dengan sifat ringkas dan menyeluruh dari bisnis model
kanvas, founder bisa dengan cepat melakukan iterasi ini.
· Dengan cepat melihat kaitan dari 9 komponen bisnis :
Bisnis
Model Canvas memungkinkan entrepreneur untuk secara visual
menggambarkan kaitan dari masing-masing komponen bisnis tersebut.
Seringkali founder menggambar garis dan ilustrasi di poster untuk
mewakili potongan-potongan teka-teki dan bagaimana mereka bekerja sama.
Dengan cara ini, tim dapat menemukan hubungan dari peluang pasar dan /
atau proposisi nilai yang unik. Selanjutnya, tim kemudian dapat
mendokumentasikan ide-ide baru sebagai hipotesis baru untuk menguji BMC
sebagai iterasi baru.
· Memaksa tim untuk dengan ringkas menyampaikan pikirannya :
Karena informasi dicatat dengan pendek pada post-it notes,
tim dipaksa untuk menjelaskan dengan tepat dan ringkas apa yang mereka
mau untuk menguji atau menindaklanjuti pada iterasi berikutnya.
· Bentuk visual dari bisnis model canvas memudahkan startup untuk membaginya dengan partner, rekan kerja :
Karena
bisnis model kanvas disajikan dalam bentuk poster besar dan visual,
mudah untuk berbagi melalui foto atau mengambil poster dari dinding
untuk bertemu dengan pihak lain yang berkepentingan.
Keuntungan Bisnis Model Canvas
· Bisa dipakai untuk semua jenis model bisnis, travelling, restoran, hotel, perkebunan, mining dan lain sebagainya
· Mempercepat mengetahui keseluruhan kekuatan dan kekuragan bisnis
· Proses analisa kebutuhan dan profit dilakukan secara cepat
· Memetakan bisnis untuk mengetahui kelemahan semenjak dini dan memahami kekuatan bisnis dari sudut pandang yang benar
· Pemetaan
business model canvas menggambarkan secara sistematis bisnis yang
kemudian dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pengembangan
manajemen stratejis bisnis.
Cara Memanfaatkan Bisnis Model Canvas
1. Membangun Relasi Konsumen
Bisnis
Model Canvas (BMC) penting untuk membangun relasi dengan konsumen.
Relasi dengan konsumen penting agar konsumen kita tidak lari ke pesaing.
2. Meningkatkan Penjualan
Ketika strategi marketing kita satukan melalui BMC ini, diharapkan target penjualan tercapai. Customer Segment, Channel, Customer Relationship (3 Blok di BMC) memiliki tujuan untuk meningkatkan Penjualan
3. Menghadapi Pesaing
Hal yang tidak kalah penting, ketika BMC sudah dijalankan adalah kita akan membangun bisnis yang kokoh untuk menghadapi pesaing.
4. Memastikan Bisnis Berjalan
Seringkali
kita bingung memulai dan menjalankan bisnis, di BMC ini kita memasukkan
siapa-siapa saja yang nantinya akan mendukung bisnis kita berjalan. BMC
ini penting untuk memetakan apa saja yang dibutuhkan agar bisnis kita
tetap berjalan.
5. Mempunyai Sistem Bisnis
BMC
ini adalah cara yangg efektif untuk membuat sistem bisnis, tujuannya
membuat bisnis makin efektif dan bisa menghasilkan maksimal meskipun
kita tidak rutin berada di bisnis kita.
Detail Cara Pengaplikasian Bisnis Model Canvas
Penjelaskan
pengertian model bisnis dalam tiga kelompok. Pertama adalah model
bisnis sebagai metode (cara), model bisnis dilihat dari aspek
komponen-komponennya, dan model bisnis sebagai strategi bisnis. Elemen dalam Business Model Canvas mencakupCustomer
Segment, Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue
Stream, Key Resourcess, Key Activities, Key Partnership dan Cost Structure. Untuk menyusun model bisnis menggunakan pendekatan ini dimulai dari Customer Segment, diikuti dengan Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners dan Cost Structure.
Untuk
mengembangkan BMC, organisasi dapat mulai dari memotret kondisi saat
ini, diikuti dengan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT dapat digunakan
untuk merancang model bisnis perbaikan dan prototipe model-model bisnis
masa depan.
1. Customer Segment
Dalam
menjalankan roda bisnisnya, pertama-tama organisasi harus menetapkan
siapa yang harus dilayani. Organisasi dapat menetapkan untuk melayani
satu atau lebih segmen. Penetapan segmen ini akan menentukan
komponen-komponen lain dalam model bisnis.
2. Value Proposition
Value Proposition adalah manfaat yang ditawarkan organisasi kepada segmen pasar yang dilayani. Tentu saja, value proposition akan menentukan segmen pelanggan yang dipilih atau sebaliknya. Value proposition juga akan mempengaruhi komponen lain seperti Channel dan Customer Relationship.
3. Channels
Channels merupakan sarana bagi organisasi untuk menyampaikanValue Proposition kepada Customer Segment yang dilayani . Channel berfungsi
dalam beberapa tahapan mulai dari kesadaran pelanggan sampai ke
pelayanan purna jual. Dua elemen lain yang harus diperhitungkan secara
cermat dalam membuat model Channel adalah Value Proposition dan Customer Segment.
4. Revenue Stream
Revenue Stream merupakan
komponen yang dianggap paling vital. Umumnya organisasi memperoleh
pendapatan dari pelanggan. Meskipun demikian banyak organisasi bisa
membuka aliran masuk pendapatan dari kantong bukan pelanggan langsung.
5. Customer Relationship,
Customer Relationship yaitu cara organisasi menjalin ikatan dengan pelanggannya.
6. Key Activities
Key Activities adalah kegiatan utama organisasi untuk dapat menciptakan Proposisi Nilai.
7. Key Resources
Key Resources adalah
sumber daya milik organisasi yang digunakan untuk mewujudkan proposisi
nilai. Sumber daya umumnya berwujud manusia, teknologi, peralatan, channel maupun brand.
8. Key Partnership
Key Partnership merupakan
sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk mewujudkan proposisi
nilai, tetapi tidak dimiliki oleh organisasi tersebut. Pemanfaatan Key Partnershipoleh perusahaan dapat berbentuk outsourcing, joint venture, joint operation, atau aliansi strategis.
9. Cost Structure
Cost Structure adalah
komposisi biaya untuk mengoperasikan organisasi mewujudkan proposisi
nilai yang diberikan kepada pelanggan. Struktur biaya yang efisien,
menjadi kunci besarnya laba yang diperoleh organisasi
Pendapat saya. Secara tidak langsung, Business Model Canvas dapat dijadikan dokumen blueprint perencanaan bisnis untuk perusahaan. Ketika pelaku bisnis melakukan eksekusi bisnis, mereka dapat menjadikan Business Model Canvas akan menjadi panduan perusahaan untuk menjalani eksekusi bisnis berdasarkan poin yang telah dirancang sebelumnya. Dengan demikian, perusahaan pun dapat mengurangi resiko kekeliruan dalam eksekusi bisnis.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus