Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi 12 : Analisis Manajemen Risiko pada Perusahaan Transportasi Darat






1. Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah proses sistematis dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko yang dapat menghambat tujuan operasional dan strategis perusahaan.

Pada perusahaan transportasi darat, risiko tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga keselamatan, legalitas, reputasi, dan keuangan perusahaan.


2. Tujuan Manajemen Risiko

  • Menjamin keselamatan penumpang dan barang.
  • Mengurangi potensi kecelakaan dan kerusakan kendaraan.
  • Menjamin kepatuhan terhadap regulasi transportasi.
  • Melindungi aset dan keuangan perusahaan.
  • Menjaga reputasi perusahaan.
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mitra.

3. Identifikasi Risiko pada Perusahaan Transportasi Darat

Beberapa jenis risiko yang umum terjadi, antara lain:

a. Risiko Operasional

  • Kecelakaan lalu lintas
  • Kerusakan kendaraan
  • Keterlambatan pengiriman
  • Kehilangan barang

b. Risiko Sumber Daya Manusia

  • Sopir mengantuk/lelah
  • Kurangnya pelatihan safety
  • Pelanggaran etika oleh awak kendaraan

c. Risiko Regulasi dan Legalitas

  • Tidak memiliki izin trayek atau izin angkutan
  • Pelanggaran terhadap aturan lalu lintas dan keselamatan kerja
  • Sanksi hukum akibat pelanggaran hak penumpang

d. Risiko Keuangan

  • Fluktuasi harga bahan bakar
  • Biaya perawatan kendaraan tak terduga
  • Kecurangan dalam administrasi (korupsi, manipulasi tiket)

e. Risiko Lingkungan dan Force Majeure

  • Bencana alam (banjir, longsor)
  • Pandemi (COVID-19) yang mengganggu operasional
  • Demonstrasi atau penutupan jalan

4. Proses Analisis Risiko

Berikut tahapan analisis risiko berdasarkan standar manajemen risiko (ISO 31000):

a. Identifikasi Risiko

Melakukan inventarisasi potensi kejadian yang mengganggu kelancaran operasional.

b. Analisis Risiko

Menentukan:

  • Kemungkinan (Likelihood): Seberapa sering risiko itu terjadi.
  • Dampak (Impact): Seberapa besar kerugian jika risiko itu terjadi.

c. Evaluasi Risiko

Menentukan prioritas risiko untuk ditangani terlebih dahulu, berdasarkan tingkat bahaya dan keterkendaliannya.


5. Strategi Mitigasi Risiko

Strategi ini bertujuan mengurangi kemungkinan atau dampak risiko.

a. Risiko Operasional

  • Jadwal servis berkala
  • GPS tracker dan monitoring kendaraan
  • SOP keselamatan berkendara

b. Risiko SDM

  • Pelatihan keselamatan dan etika sopir
  • Penerapan sistem shift untuk mencegah kelelahan
  • Tes kesehatan dan psikologi rutin

c. Risiko Regulasi

  • Memastikan kelengkapan dokumen izin angkutan
  • Audit kepatuhan berkala terhadap aturan Dinas Perhubungan

d. Risiko Keuangan

  • Membuat anggaran cadangan (contingency budget)
  • Sistem digitalisasi transaksi untuk mencegah kebocoran

e. Risiko Lingkungan

  • Rute alternatif dalam sistem GPS
  • Asuransi terhadap bencana dan gangguan operasional

6. Contoh Studi Kasus Singkat

PT Angkutan Sejahtera adalah perusahaan transportasi bus antarkota.

Masalah:

  • Sering terjadi keterlambatan.
  • Banyak sopir bekerja lebih dari 12 jam.
  • Ada komplain terkait kebersihan armada.

Analisis Risiko:

  • Kelelahan sopir → Risiko kecelakaan tinggi.
  • Keterlambatan → Turunnya kepuasan pelanggan.
  • Armada tidak terawat → Citra perusahaan menurun.

Mitigasi:

  • Menambah sopir cadangan.
  • Digitalisasi jadwal dan maintenance.
  • Pelatihan manajemen layanan dan hygiene.

7. Penutup dan Rekomendasi

Manajemen risiko dalam perusahaan transportasi darat adalah bagian vital dari keberlangsungan bisnis. Harus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, serta melibatkan seluruh departemen: operasional, SDM, keuangan, hukum, dan teknologi.

Rekomendasi:

  • Gunakan pendekatan berbasis ISO 31000.
  • Buat Tim Manajemen Risiko internal.
  • Investasi pada sistem monitoring dan teknologi.
  • Libatkan pihak ketiga (auditor, konsultan, asuransi).



Posting Komentar untuk " Materi 12 : Analisis Manajemen Risiko pada Perusahaan Transportasi Darat"