Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Yusriadi Anak Kopral yang jadi Doktoral

Di sebuah keluarga sederhana di Desa Tandem Hilir berbatasan dengan kota Binjai, Sumatera Utara, lahir seorang anak laki-laki bernama Yusriadi pada 16 Februari 1976. Yusriadi anak ke 4 dari 6 bersaudara, Ayahnya Koptu Darsim, adalah seorang prajurit rendah hati yang mengajarkan disiplin dan kerja keras, sementara ibunya, Aminah, adalah sosok yang penuh kasih sayang dan tekun mendukung pendidikan anak-anaknya. Kehidupan keluarga ini penuh tantangan, tetapi nilai kejujuran dan keteguhan selalu menjadi pondasi utama.

Masa Kecil yang Penuh Tantangan

Sejak kecil, Yusriadi telah merasakan perjuangan hidup. Sebagai anak seorang kopral, ia tumbuh dalam kesederhanaan. Pendidikan dasar ia jalani di SD Negeri 101804 Namorambe, tempat ia mulai menonjol sebagai siswa yang tekun. Namun, keterbatasan ekonomi membuat keluarganya harus bekerja keras untuk membiayai pendidikannya. Ayahnya sering bercerita tentang pentingnya ilmu dan akhlak, menginspirasi Yusriadi untuk bermimpi besar.

Perjalanan Pendidikan

Setelah menyelesaikan SMP Negeri 26 Medan, Yusriadi melanjutkan ke SMA Swasta Islam Al Azhar Medan walaupun biayanya mahal keduanya orang tua nya ingin Yusriadi mendapatkan nilai-nilai keagamaan dalam sekolahnya. Namun, keterbatasan biaya hampir membuatnya berhenti sekolah. Dukungan ibunya dan tekadnya sendiri membuat ia bertahan. "Hidup ini ibarat perjalanan panjang, jangan pernah berhenti melangkah," kata ayahnya suatu hari, yang terus terngiang di telinganya.

Setelah lulus SMA, Yusriadi pindah ke Pekanbaru dan masuk ke Universitas Lancang Kuning, mengambil jurusan Ekonomi. Sambil kuliah, ia bekerja paruh waktu untuk membiayai pendidikannya. Setelah lulus pada tahun 2000, ia melanjutkan karier di bidang marketing, yang menjadi batu loncatan awal dalam kehidupannya.

Membangun Karier dan Melanjutkan Pendidikan

Yusriadi memulai karier profesionalnya sebagai Manager Marketing di PT. Deco Plafonta Utama Pekanbaru. Dalam waktu singkat, ia menunjukkan dedikasi tinggi yang membuatnya dikenal sebagai pekerja keras. Namun, ia merasa belum cukup puas. Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 Magister Manajemen pada tahun 2016 di kampus yang sama.

Dengan semangat belajar yang tak pernah padam, Yusriadi juga aktif sebagai trainer dan konsultan Pengembangan SDM di berbagai lembaga training. Ia percaya bahwa ilmu yang dimilikinya harus bermanfaat bagi orang lain. Puncak perjuangan pendidikannya terjadi ketika ia menyelesaikan gelar Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Pasundan Bandung pada tahun 2024, menjadi salah satu capaian terbesar dalam hidupnya.

Berkarya untuk Bangsa

Sebagai seorang akademisi dan praktisi, Yusriadi tidak hanya membangun karier tetapi juga berbagi ilmu melalui berbagai penelitian dan buku. Salah satu karyanya yang berjudul Rahasia Membangun Pribadi Sukses Dunia Akhirat menjadi panduan bagi banyak orang untuk mengembangkan karakter cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Ia juga mendidik generasi muda sebagai dosen di Universitas Potensi Utama Medan. Pengalaman dan dedikasinya di dunia pendidikan dan pengembangan SDM membuatnya dihormati sebagai figur inspiratif yang sering diminta menjadi pembicara motivasi.

Kehidupan Pribadi

Di tengah kesibukannya, Yusriadi adalah sosok ayah yang penuh perhatian bagi anak-anaknya, yaitu Salwa Salsabila (UIN SUMUT), Muhammad Fadhilah Ma’arij (UNRI), dan Muhammad Tsabat Fisabilillah (SLTA). Bersama istrinya, Surahmi, ia membangun keluarga yang harmonis dan religius.

Pesan Inspiratif

Kisah Yusriadi adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai mimpi besar. Dari seorang anak kopral sederhana, ia berhasil menjadi doktor dan figur penting di dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Semangatnya mengajarkan bahwa kerja keras, pendidikan, dan nilai-nilai keluarga adalah kunci menuju kesuksesan.

Seperti kata Yusriadi:

"Kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita membawa manfaat bagi orang lain."


Posting Komentar untuk "Profil Yusriadi Anak Kopral yang jadi Doktoral "