Mengajar Asyik dengan Hypnoteaching
Guru dan kualitas pembelajaran adalah konsep dwitunggal yang tidak dapat dipisahkan. Bagaimana suatu proses pembelajaran dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh peserta didik adalah tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Tugas guru adalah menciptakan suatu proses pembelajaran yang efektif dan efisien melalui berbagai metode, strategi atau kiat-kiat praktis menjalani pengajaran agar menjadi menyenangkan. Salah satu metode menarik yang dapat membantu proses pembelajaran, meningkatkan prestasi belajar serta perkembangan anak didik adalah Hypnoteaching.
Hypnoteaching merupakan improvisasi dari sebuah
metode pembelajaran yang menggunakan sugesti-sugesti positif untuk mencapai
alam bawah sadar anak didik. Hypnoteaching sebenarnya merupakan salah
satu teknik yang menggabungkan antara ilmu hipnosis, komunikasi, psikologi, dan
teknik pengajaran di kelas.
Dalam penyampaian materi pelajaran, guru menggunakan
bahasa-bahasa bawah sadar, yakni bahasa persuasif, yang akan menimbulkan
ketertarikan tersendiri bagi anak didik. Kata hypnoteaching merupakan
paduan dari dua kata yaitu hipnosis dan teaching. Hipnosis
berarti mensugesti dan teaching berarti mengajar. Dapat diartikan bahwa hypnoteaching
adalah Seni berkomunikasi dalam proses pengajaran dengan cara mengekplorasi
alam bawah sadar sehingga anak didik menjadi fokus, relaks, dan sugestif dalam
menerima materi pelajaran yang diberikan.
Dalam hypnoteaching, guru bertindak sebagai
penghipnotis dan anak didik berperan sebagai suyet atau orang yang
dihipnotis. Guru tidak perlu menidurkan anak didik ketika melakukan hypnoteaching,
tetapi cukup memberikan bahasa yang persuasif dalam berkomunikasi dengan anak
didik dan memahami pola kerja pikiran anak didik yang sebenarnya sehingga apa
yang dikomunikasikan oleh guru sesuai dengan harapan si anak didik. Bahasa yang
disampaikan tersebut harus mudah dipahami oleh anak didik karena sangat tidak
mungkin bila melakukan hipnosis tanpa suyet paham akan
maksud dari si penghipnotis.
Cara kerja hypnoteaching
Menurut penelitian akademis, cara kerja otak dibagi
menjadi dua yaitu alam sadar (consciousness) dan alam bawah sadar
(sub-consciousness). Jika dipersentasikan ternyata alam sadar itu
perannya hanya 12%, sedangkan alam bawah sadar adalah 88%. Oleh karena itu,
semua aktivitas harian kita sebenarnya dikendalikan oleh alam bawah sadar
termasuk diantaranya penyimpanan data atau pengetahuan.
Contohnya, 1+1 adalah 2, itu kita sebut sebagai data.
Guru mengajar dan menyampaikan data tersebut kepada anak didik, kemudian anak
didik menyimpannya. Kapanpun data itu ditanya kembali, maka anak didik dapat
menjawabnya dengan benar. Data “1+1 =2” tersebut disimpan dalam gudang
penyimpanan data yaitu alam bawah sadar. Jadi proses mengajar itu adalah memasukkan
data ke dalam alam bawah sadar anak didik karena data tersebut akan di simpan
di sana.
Dalam hypnoteaching, guru mengkondisikan
gelombang otak anak didik dari frekuensi gelombang otak beta (level alam
pikiran sadar) ke dalam alpha menuju theta (pikiran alam bawah sadar). Dimana
pada fase alpha, otak dalam kondisi relaksasi dan penuh kreatifitas sehingga
seseorang akan belajar dan menyerap informasi dengan sangat baik. Fase ini
menjembatani antara kesadaraan bheta dan theta. Sedangkan fase theta sangat bagus
untuk proses autohipnosis. Dalam fase ini terjadi peningkatan produksi catecholamines
(sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan).
Manfaat Hypnoteaching
Beberapa manfaat yang dapat dicapai melalui metode hypnoteaching
adalah:
- Pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan bagi anak didik dan guru.
- Pembelajaran
dapat menarik perhatian bagi anak didik melalui berbagai kreasi permainan
yang diterapkan oleh guru.
- Guru
menjadi lebih mampu dalam mengelola emosinya.
- Dapat
menumbuhkan hubungan yang harmonis antara guru dan anak didik.
- Guru
dapat mengatasi anak yang sulit belajar dengan melakukan pendekatan
personal.
- Guru
dapat membantu anak didik untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan kurang
baik yang anak didik miliki.
Langkah-langkah Hypnoteaching
N. Yustisia, dalam buku hypnoteaching: seni
ajar mengekplorasi otak peserta didik, menyebutkan bahwa langkah-langkah hypnoteaching
adalah:
Niat dan motivasi dalam diri
Seorang guru harus senantiasa memiliki niat dan
komitmen yang kuat untuk meraih kesuksesan dalam proses pengajarannya. Dalam Hypnoteaching,
guru harus memiliki prinsip utama yaitu “Bawalah dunia mereka ke dunia kita
dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.”
Pacing Pacing artinya menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa serta gelombang otak dengan anak didik. Sebelum guru membawakan materi pelajaran, seorang guru harus mau dan mampu menyamakan frekuensi antara dirinya dengan anak didik sehingga komunikasi dalam proses pembelajaran menjadi lebih kondusif dan efektif. Pada prinsipnya manusia akan mudah menyampaikan pesan kepada orang lain bila memiliki gelombang otak yang sama sehingga akan merasa nyaman.
Cara-cara pacing adalah:
- Guru
membayangkan bahwa dirinya menjadi sosok yang sesuai dengan usia anak
didik. Hal ini dapat disesuaikan dengan jamannya anak didik pada saat
sekarang, bukan ketika jaman pada saat guru sekolah dulu.
- Menggunakan
bahasa sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh anak didik.
- Melakukan
gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan guru.
- Mengaitkan
tema yang dibahas dengan tema yang sedang ngetrend dibahas anak
didik.
Melalui usaha diatas, tanpa sadar gelombang pikiran
guru akan sama dengan anak didik. Hal ini akan membuat anak didik akan merasa
nyaman untuk berinteraksi dengan guru.
Leading Leading berarti memimpin atau mengarahkan. Bila guru sudah berhasil melakukan pacing dan murid sudah merasa nyaman dengan guru tersebut, maka hampir setiap perkataan yang diucapkan oleh guru akan diikuti oleh anak didik dengan suka rela dan senang hati. Ketika leading, buatlah agar anak didik merasa tenang atau rileks. Karena dalam kondisi ini, gelombang otak berada pada posisi Alpha, dimana kondisi anak didik menjadi lebih relaks dan sugestif saat menerima materi pengajaran dari guru.
Contoh kalimat yang bisa digunakan oleh guru untuk
membantu anak didik merasa relaks
“Anak-anak silahkan atur duduk kamu dengan nyaman,
tegakkan tulang punggung, lalu ambillah nafas yang dalam dari hidung dan buang
perlahan lewat mulut, dan katakan WOW !”
Menggunakan kata-kata positif
Langkah ini merupakan langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar bahwa tidak mau menerima kata-kata yang negatif. Kata-kata positif yang diberikan guru dapat meningkatkan rasa percaya diri anak didik, yakni berupa himbauan atau ajakan. Misalnya ketika anak didik ramai di kelas atau gaduh, guru jangan mengatakan “Jangan ramai” tetapi sebaiknya menggunakan kata-kata “Mohon tenang”. Gunakan intonasi yang tepat saat berbicara, guru harus memahami dan memperhatikan ritme berbicara. Karena dalam ilmu komunikasi efektif, intonasi memiliki peran 38% untuk memasukkan sugesti ke alam bawah sadar siswa
Memberikan reward & punishment (konsekuensi
tindakan)
Dalam proses pembelajaran, salah satu yang harus
diingat guru adalah reward dan punishment. Reward
merupakan peningkatan harga diri seseorang untuk membentuk konsep dirinya.
Dengan reward anak didik akan termotivasi untuk melakukan yang lebih
baik dari sebelumnya. Sedangkan punishment merupakan konsekuensi yang
harus diterima oleh anak didik ketika mereka melakukan suatu tindakan yang
kurang sesuai. Punishment akan membuat anak didik menghindari
perilaku-perilaku yang kurang baik dan tidak sesuai dengan norma.
Modelling
Modelling merupakan proses pemberian contoh atau teladan yang
ditiru oleh anak didik atas ucapan dan perilaku yang konsisten. Setelah anak
didik merasa nyaman dengan situasi pembelajaran, mereka juga akan dimantapkan
dengan perilaku dan ucapan konsisten dari gurunya sehingga hal ini akan
menjadikan guru sebagai sosok yang dipercaya di mata anak didik.
Menguasai materi pelajaran
Guru dapat melibatkan anak didik secara aktif dalam
proses pembelajaran. Guru menyampaikan materi secara kontekstual, memberikan
kesempatan kepada anak didik untuk melakukan sesuatu secara kolaboratif,
memberi umpan balik secara langsung dan lain sebagainya.
Penerapan Metode Hypnoteaching
di kelas
Membuat Yel-yel (Yelling)
Yelling merupakan suatu kalimat yang telah disepakati antara
guru dan anak didik yang diteriakkan secara bersama-sama. Tujuannya untuk
mengembalikan konsentrasi anak didik. ”
Jam emosi
Jam emosi merupakan jam untuk mengatur emosi sehingga
dapat melatih anak didik untuk mengendalikan emosinya. Jam emosi dibagi menjadi
4 bagian dan ditandai dengan warna atau tulisan sebagai berikut:
- Jam
tenang, misalnya ditandai dengan warna hijau atau ada tulisan “tenang”.
Maksudnya bahwa anak didik diminta untuk tenang dan berkonsentrasi karena
ada materi penting yang akan diajarkan oleh guru.
- Jam
diskusi, misalnya diberi warna biru atau ada tulisan “diskusi”. Pada jam
ini maksudnya bahwa anak didik diminta untuk melakukan aktivitas diskusi
tentang materi yang baru saja disampaikan oleh guru
- Jam
lepas, misalnya diberi warna kuning atau dengan tulisan “lepas”. Maksudnya
anak didik diminta untuk meluapkan emosinya, boleh berbicara, tertawa,
bermain dengan batas dan waktu tertentu asalkan tidak mengganggu kelas
yang lain.
- Jam
tombol, misalnya diberi warna merah atau ada tulisan “tombol”. Jam ini
maksudnya bahwa anak didik mengaktifkan kondisi aktif belajarnya kembali.
Mengajarkan teman dan beri pujian
Materi yang telah disampaikan oleh guru, didiskusikan
oleh anak didik dengan cara mereka dapat melihat, mendengar, mengatakan dan
melakukan. Mereka dibiasakan untuk mengajarkan kembali materi tersebut kepada
teman yang lain, sehingga anak didik akan memahami materi pembelajaran yang
telah mereka terima sebelumnya. Ini sesuai dengan teori bahwa proses
pembelajaran menunjukkan bahwa anak mengingat 20 % dari yang mereka baca,
mengingat 30 % dari yang didengar, 40 % dari yang dilihat, 50 % dari yang
dikatakan, 90 % dari yang dilihat, didengar dan dikatakan. Dan menyerap 100 %
lebih bila dilihat, didengar, dikatakan, diajarkan kepada orang lain. Antar
anak didik yang sudah mengajarkan kepada temannya, lalu bergantian memberikan
pujian. Misalnya “Terima kasih, penjelasanmu sangat bagus”. Apresiasi ini dapat
menambah rasa percaya diri bahwa mereka telah mampu mengajarkan materi yang
disampaikan guru.
Pertanyaan ajaib
Buat suatu pertanyaan khusus yang dapat membangun
proses pembelajaran, memberikan solusi, meningkatkan potensi dan mengarahkan
anak didik untuk menjadi lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Pertanyaan ini harus menggugah anak didik agar menjadi bersemangat dan
termotivasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ajaib yang diajukan oleh guru.
Misalnya, sebelum memulai pelajaran guru memberikan pertanyaan kepada anak
didik
“Anak-anak, apakah kalian suka membaca? Bagaimanakah
membaca menurut kalian?”
Melalui metode hypnoteaching tersebut
diharapkan para pendidik dapat membantu merubah paradigma anak didik dari
“belajar itu membosankan, bikin capek, ngantuk, bete, lemes, nggak
penting, stres, dan terpaksa”, menjadi “belajar itu adalah suatu proses yang
menyenangkan”.

Posting Komentar untuk "Mengajar Asyik dengan Hypnoteaching"