Memahami Manajemen Talenta (Talent Management) agar Memiliki Karyawan Berkinerja Tinggi
Manajemen Talenta (Talent Management) atau Manajemen bakat adalah strategi terpadu yang dirancang untuk mengelola kemampuan, kompetensi dan kekuatan karyawan dalam suatu organisasi. Manajemen Talenta ini membantu organisasi dalam memanfaatkan sumber daya manusia mereka sebaik mungkin untuk pencapaian tujuan organisasinya serta untuk memastikan pengembalian maksimal dari karyawan yang bertalenta tersebut.
Konsep Manajemen Talenta tidak terbatas hanya
pada merekrut kandidat yang tepat pada waktu yang tepat, tetapi juga meluas
untuk mengeksplorasi kualitas tersembunyi dan yang tidak biasa dari karyawannya
serta mengembangkan dan memelihara karyawan tersebut untuk mendapatkan hasil
yang diinginkan. Mempekerjakan karyawan yang memiliki bakat ataupun talenta
terbaik dari industri yang digelutinya mungkin menjadi perhatian besar bagi
organisasi saat ini, tetapi bagaimana untuk mempertahankannya dan yang paling
penting adalah bagaimana membuat karyawan yang bertalenta tersebut beradaptasi
sesuai dengan budaya organisasi yang bersangkutan dan mendapatkan apa yang
terbaik dari karyawan bertalenta tersebut adalah merupakan tantangan yang jauh
lebih besar.
Manajemen Talenta dalam organisasi tidak hanya
untuk menarik orang-orang terbaik dari industri yang bersangkutan tetapi juga
merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan pencarian sumber, perekrutan,
pengembangan, penahanan dan mempromosikan karyawan berbakat tersebut untuk
memenuhi kebutuhan organisasi.
Misalnya, jika suatu organisasi menginginkan
bakat terbaik dari pesaingnya untuk bekerja untuknya, organisasi tersebut perlu
menarik orang itu dan menawarkan sesuatu yang jauh di luar imajinasinya untuk
datang dan bergabung serta kemudian tetap setia pada organisasi yang
mempekerjakannya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa manajemen talenta atau
manajemen bakat ini adalah proses penuh yang tidak hanya mengendalikan masuknya
karyawan bertalenta tetapi juga keluarnya karyawan tersebut.
Konsep Manajemen Talenta atau manajemen bakat
ini pertama kali dikemukakan oleh McKinsey & Company pada tahun 1997 dan
dipopulerkan oleh buku “War For Talent”,
yaitu buku yang diterbitkan oleh McKinsey ini juga. Manajemen Talenta dianggap
penting di dunia bisnis karena sumber daya manusia (SDM) dipandang sebagai aset
terbesar bagi setiap perusahaan dan setiap perusahaan selalu berisiko
kehilangan karyawannya kepada pesaingnya yang menawarkan sesuatu yang lebih
menarik.
Pengertian Manajemen
Talenta atau Manajemen Bakat menurut para ahli
Berikut ini adalah beberapa definisi atau
pengertian Manajemen Talenta (Manajemen Bakat) menurut para ahli :
- Pengertian Manajemen Talenta menurut Rampersad (2006:234), Manajemen
Talenta adalah cara pengelolaan talenta dalam organisasi secara efektif,
perencanaan dan pengembangan suksesi di perusahaan, realisasi pengembangan
diri karyawan secara maksimal, dan pemanfaatan bakat secara optimal.
- Pengertian Manajemen Talenta menurut Lewis dan Heckman (2006:174), Manajemen Talenta
adalah sebuah proses secara keseluruhan mulai dari rekrutmen, penempatan,
sampai pengembangan dan perencanaan untuk pengembangan pegawai ke arah
yang lebih baik.
- Pengertian Manajemen Talenta menurut Darmin Ahmad Pella dan Afifah Inayati (2011:81),
Manajemen Talenta adalah suatu proses untuk memastikan suatu perusahaan
mengisi posisi kunci pemimpin masa depan (future leaders)
dan posisi yang mendukung kompetensi inti perusahaan (uniqe skill and high strategic value).”
Manfaat Manajamen
Talenta
Manajemen bakat adalah bagian integral dari bisnis
modern dan merupakan fungsi manajemen yang penting dalam suatu organisasi.
Manajemen Talenta akan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan yang
menerapkannya. Berikut ini adalah beberapa manfaat Manfaat Manajemen Talenta :
1. Menempatkan Orang Tepat
pada Pekerjaan yang Tepat
Pemetaan keterampilan atau kompetensi pada
karyawan-karyawan bertalenta memungkinkan manajemen mencatat inventaris
keterampilan dan kemampuan yang ada di organisasi. Ini sangat penting baik dari
perspektif organisasi maupun karyawan karena orang yang tepat yang ditempatkan
di posisi yang tepat akan menghasilkan peningkatan pada produktivitas karyawan.
Keselarasan yang lebih baik antara minat individu dan profil pekerjaannya juga
akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang bersangkutan.
2. Mempertahankan
Karyawan yang bertalenta tinggi
Meskipun ada perubahan dalam ekonomi global,
pengunduran diri pada karyawan yang bertalenta tetap menjadi perhatian utama
organisasi. Mempertahankan karyawan yang bertalenta tinggi penting untuk
organisasi atau perusahaan untuk tetap memimpin dan bertumbuh di pasar yang
tingkat persaingan yang tinggi ini. Organisasi yang gagal mempertahankan
talenta terbaiknya akan berisiko kehilangan daya saingnya. Fokusnya sekarang
adalah memetakan program dan strategi retensi karyawan untuk merekrut,
mengembangkan, mempertahankan, dan melibatkan orang-orang berkualitas.
Pertumbuhan karyawan dalam karir harus juga dijaga, sementara perencanaan
suksesi juga dilakukan dan karyawan-karyawan yang berada di radar perlu dijaga
agar mereka tahu bahwa kinerja mereka dihargai.
3. Perekrutan yang Lebih
Baik
Kualitas organisasi adalah kualitas tenaga kerja
yang dimilikinya. Cara terbaik untuk memiliki tenaga kerja yang bakat di
manajemen tingkat atas adalah memiliki tenaga kerja yang berbakat di tingkat
bawah juga. Tidak heran jika kemudian program dan pelatihan manajemen talenta
serta penilaian pengrekrutan telah menjadi aspek integral dari proses SDM saat
ini.
4. Dapat lebih baik
Memahami Karyawannya
Penilaian karyawan akan memberikan wawasan
mendalam kepada manajemen tentang karyawan mereka. Melalui penilaian karyawan
ini, perusahaan atau organisasi dapat memahami lebih baik kebutuhan
pengembangan mereka, aspirasi karir, kekuatan dan kelemahan, kepuasan kerja,
kemampuan, suka dan tidak suka sehingga dapat lebih baik menentukan apa yang
dapat memotivasi mereka agar dapat bekerja lebih baik sesuai dengan kebutuhan
organisasinya.
5. Keputusan
pengembangan profesional yang lebih baik
Ketika suatu organisasi mengetahui siapa memiliki
potensi yang tinggi, menjadi lebih mudah untuk berinvestasi dalam pengembangan
profesional mereka. Karena pengembangan membutuhkan keputusan investasi untuk
pembelajaran, pelatihan dan pengembangan individu baik untuk pertumbuhan,
perencanaan suksesi, manajemen kinerja dan lain-lainnya.
Selain itu jika karyawan positif tentang praktik
manajemen talenta organisasinya, mereka lebih cenderung memiliki kepercayaan
terhadap masa depan organisasi mereka. Hasilnya adalah tenaga kerjanya akan
yang lebih berkomitmen dan terlibat dalam mengungguli pesaing mereka serta
memastikan posisi kepemimpinan perusahaan di pasar yang persainganmya sangat
ketat ini.

Posting Komentar untuk "Memahami Manajemen Talenta (Talent Management) agar Memiliki Karyawan Berkinerja Tinggi"