Memahami Makna Sukses Dimensi Dunia dan Akhirat
Sukses itu ada yang
bersifat jangka panjang dan ada yang bersifat jangka pendek. Sukses yang
bersifat jangka panjang (long term success) adalah kesuksesan negeri akhirat. Sedangkan
sukses yang bersifat jangka pendek (sort term success) adalah kesuksesan
negeri
dunia. Makna sukses akhirat
adalah sebagaimana Allah SWT katakan “maka Allah akan mengampuni dosa-dosamu, dan memasukkan ke
dalam syurga yang indah”. Makna suskes
yang lain, yaitu
jika seseorang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan dalam syurga itulah
orang yang sukses (QS 61:12, 3:185).
Gambaran sukses negeri akhirat
menurut Al quran secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian yakni
pertemuan dengan Tuhannya (liqoi Rabbihii), mendapatkan ampunan akan kesalahannya (maghfirah),
terbebaskan dari api neraka dan tinggal di surga dengan segala keindahannya, dan
secara otomatis dijauhkan dari neraka.
Makna sukses dunia adalah sebagaimana Allah SWT katakan, “Dan
ada lagi yang lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan Allah SWT dan kemenangan
yang dekat” (QS. 61:13). Berkatalah dengan jujur kepada diri kita,
mintalah kepada Allah.
Apa yang sebenarnya kita inginkan tentang
doa “fii dunya hasanah”.
Gambaran sukses negeri dunia menurut beberapa buku dan ensoklopedia bahwa
kesuksesan manusia di dunia dikelompokkan menjadi 14 bagian berikut:
1.
Peningkatan pekerjaan dan karir (‘amal),
2.
Kesehatan (qowiyul jism) dan kenikmatan
hidup,
3.
Peningkatan keuangan dan rasa aman (qodirun ‘ala
kasb),
4.
Keteguhan hati dan kepercayaan diri (mati’nul
khuluq),
5.
Kepribadian dan pergaulan dengan orang lain (ukhuwah),
6.
Kebahagian dan kedamaian akal budi (akal sehat),
7.
Pengembangan diri dan pendidikan diri (mutsaqoful
fikr),
8. Sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program
diri (munadzom fi syu’nihi),
9.
Disiplin diri dan penguasaan diri (mujahiduna
linafs),
10.
Cinta dan kehidupan keluarga,
11.
Kaidah emas dan tanggung jawab (haritsun ‘ala
waqtihi),
12.
Kawan dan persahabatan,
13.
Matang secara alturistik (bermanfaat bagi orang
lain-nafiun lighoiri) dan menjadi
tua secara mulus,
14. Kemampuan mengaitkan hidup dengan kematian (ketenangan bathin).
Visi sukses dunia setiap
individu mungkin akan bervariasi, hal ini sangat tergantung dengan sejauh mana
dia mampu merumuskan visi sukses akhirat.
Visi tersebut sangat tergantung dengan nilai (value) yang kita
yakini kebenarannya. Dari 14 belas point tersebut di tas, bisa jadi ada skala prioritas dimana
setiap orang berupaya untuk mendapatkannya terlebih dahulu.
7 Sukses Menurut Rasulullah
Dunia adalah tempat menanam, barang siapa
ingin mendapatkan sukses negri akhirat
maka harus menyiapkan diri ketika di dunia. Sebuah hadits terkenal yang diriwayatkan Imam Bukhari Dari
Abu Hurairah R.A. dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : ”Tujuh golongan yang dilindungi oleh
Allah SWT di bawah lindungan-Nya, waktu tidak ada lindungan selain
lindungan-Nya: Imam yang adil, pemuda yang dalam
masa mudanya beribadat kepada Allah, orang yang
menyebut Allah ketika sendirian lalu
meneteskan air matanya. Laki-laki
yang tergantung hidupnya di masjid, orang yang berkasih sayang karena Allah
semata-mata, laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan cantik, tetapi
dia mengatakan (menolak): sesungguhnya saya takut kepada Allah, orang
yang bersedekah dan disembunyikan,
sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat (diberikan) oeh tangan
kanan”. Tujuh kelompok inilah yang kita jadikan
sebagai model dalam manajemen sukses pribadi.
Dari hadits di atas, maka kita dapat
mengambil pelajaran penting untuk mendapatkan kesuksesan di dunia dan
akhirat, maka kita perlu memiiliki ketrampilan-ketrampilan berikut ini :
1. Ketrampilan Pemimpin (Ledership Skill)
Imam yang adil, yaitu
ciri sesorang memiliki ketrampilan sebagai
pemimpin. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka di dunia ini kita harus mememiliki
ketrampilan dalam memimpin. Kita harus menjadi kepala rumah tangga yang adil bagi istri dan
anak-anak kita, manajer yang adil dalam pekerjaan jika kita sebagai seorang
manajer dan bentuk-bentuk kepemimpinan lain yang bersifat formal maupun informal, jadilah sebagai pemimpin yang
adil.
2. Regenerasi (Pemuda Sholeh)
Pemuda yang dalam masa
mudanya beribadat kepada Allah adalah ciri sosok pribadi generasi penerus yang
sholeh. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka di dunia kita harus mampu mencetak
anak cucu kita, para pemuda yang soleh
sebagai generasi pengganti kita. Harus ada mekanisme tauritsul ajyali (regenerasi) yang baik. Yaa Allah ampunilah dosa ayah dan ibu kami,
jadikanlah anak-anak kami menjadi orang yang soleh, yaitu mereka yang mau
mendoakan kami ketika kami sudah terbujur di kubur. Mari kita menjadi pemuda yang dalam masa mudanya beribadat kepada Allah.
3. Kekuatan Spiritual
Orang yang menyebut Allah ketika sendirian,
lalu meneteskan air matanya, adalah ciri seseorang yang memiliki kekuatan
spiritual yang luar biasa. Kalau kita
ingin sukses dan selamat di akhirat, maka di dunia harus mempunyai kekuatan spiritual. Hidup penuh
dengan cobaan, jangan sampai kita tidak mampu mengendalikan hawa nafsu diri
kita, jangan sampai kita menipu diri
kita. Marilah kita mengenali diri kita
dengan dosa-dosa diri kita, sudahkan kita siap untuk mati. Jadilah kita orang
yang dapat menyebut Allah berdoa dan
mohon ampunan ketika sendirian lalu meneteskan air matanya.
4. Membangun Kekuatan Solidaritas
Laki-laki yang tergantung hidupnya di
masjid, adalah seseorang yang memiliki kemauan dan kemampuan membangun kekuatan solidaritas bersama
dakwahnya. Kalau kita ingin sukses dan selamat di akhirat, maka selama di dunia kita harus menjadi
orang yang
menggantungkan hidupnya di masjid. Menjadikan masjid dalam membangun hubungan
kepada Allah dan menjadikan masjid sebagai sarana berkontribusi dan membangun
peradaban umat.
5. Teamwork
Orang yang berkasih sayang karena Allah
semata-mata, adalah ciri seseorang yang mampu melakukan kerja kelompok atau teamwork diatas integritas moral. Kalau kita ingin
sukses dan selamat di akhirat, maka di dunia jadilah orang yang
dapat berkasih sayang karena
Allah semata-mata, khususnya kita dengan keluarga kita. Kita harus membangun
ikatan keluarga kita kepada yang lebih baik. Masa depan kehidupan manusia
diperbagai bidang kehidupan semakin sulit, sehingga banyak pekerjaan yang harus
dikerjakan dengan mengandalkan kekuatan hubungan tim (teamwork). Sukses masa depan sangat mengandalkan komimen
bersama, loyalitas bersama, dan kemampuan berbagai pengalaman, fikiran dan
bekerja bersama.
6. Kredibilitas Moral
Laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita
bangsawan cantik, tetapi dia mengatakan menolak, “Sesungguhnya
saya takut kepada Allah” adalah ekspresi jika ingin sukses memerlukan kredibilitas moral (moral
creadibility). Menurut pameo orang godaan
dunia adalah tahta, harta dan wanita. Tetapi jika dikaji lebih mendalam dengan
pernyataan QS. (3: 14), bahwa urutan godaan manusia adalah syahwat
terhadap wanita, anak-anak, harta,
kendaraan (gengsi) dan tahta.
7. Kekuatan Ekonomi
Orang yang
bersedekah dan disembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui
apa yang diperbuat dan diberikan oleh tangan kanan.
Orang yang dapat bersedekah hanyalah orang yang memiliki harta. Empat
orang sahabat yang dijamin masuk syurga, ternyata 3 orang memiliki harta yang
cukup, kecuali Ali bin Abi Thalib RA.
Sedangkan 10 orang yang dijamin masuk syurga memiliki harta yang cukup, kecuali
Ali bin Abi Thalib ra dan Bilal bin Rabah. Karakter ini menunjukkan seseorang
yang telah memiliki kemampanan maisyah dan meletakkan dunia dan isinya tidak di
hati, melainkan di telapan tangan, seraya berdoa: “Yaa Allah letakkan dunia ini di tanganku, jangan
kau letakkaan dunia ini dihatimu dan memiliki”.
Kalau kita ingin sukses di dunia dan selamat di akhirat, maka jadilah kita orang yang mampu berbagi rizki dan
menumbuhkan perekonomiann bagi orang lain.
7 Sukses Menurut Al Qur’an dalam Surat Al Mu’minun
Dunia adalah tempat menanam, barang siapa
ingin mendapatkan sukses negri akhirat maka harus menyiapkan diri ketika di dunia.
Pada (QS. Al Mu’minun: 1-11) diterangkan ciri-ciri orang yang akan
mendapatkan sukses negri akhirat, yaitu memiiliki ciri-ciri sewaktu dunia
adalah sebagai berikut:
1. Kekuatan Spiritual
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang
yang khusu’ dalam shalatnya. Kemampuan
memiiliki imajinasi positif untuk
membayangkan bahwa: Allah itu ada, syurga itu ada, neraka itu ada, malaikat itu
ada, siksa padang masyar itu ada, siksa kubur itu ada, dan perjumpaan dengan
Allah swt adalah sesuatu yang pasti. Orang yang meyakini bahwa janji Allah itu
benar.
2. Memiliki Efektifitas, Efisiensi
dan Optimasi dalam Produktifitas
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang
yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat (laghqi). Dengan demikian dalam membuat transformasi di bidang apapun,
seorang muslim harus mampu memanfaatkan seluruh sumberdaya dan
memperbaiki system secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Dengan menerapkan teknik manajemen yang efektif dan efisien merupakan ciri orang yang tidak melakukan
perbuatan yang sia-sia, sehingga seluruh potensinya teroptimalisasi untuk kepentingan dan kebaikan bagi umat.
3. Kepekaan Sosial
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang
yang menunaikan zakat. Orang yang mampu
menunaikan zakat dengan baik hanyalah mereka yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, memiliki harta dan memiliki
kekuatan spiritual. Kita hidup harus peduli dengan orang lain, kita harus memiliki empati yang tinggi kepada orang
lain, kita harus mampu merasakan bagaimana perasaan
sahabat kita. Orang yang dapat melayani sepenuh hati kepada tamunya, orang
tuanya, anak dan istrinya, sahabatnya hanyalah mereka yang memiliki kepekaan
batin yang tinggi. Kepekaan sosial dapat di tajamkan dengan seringnya kita bergaul bersama dengan orang lebih
rendah dari pada kita. Jika kita selalu melihat orang yang statusnya di atas kita, maka kepekaan sosial akan menjadi berkurang.
4. Kredibilitas Moral (moral
creadibility)
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang
yang dapat menjaga dan menyalurkan kebutuhan seksualnya dengan baik. Prediksi
masa depan penyakit seksual dan moral semakin meningkat, ini merupakan indicator kegagalan sesorang dalam
mengendalikan dorongan kebutuhan seksual yang begitu hebat. Bahwa kesuksesan
seseorang tidak dipengaruhi oleh kekuatan intelektual mereka, melainkan
kekuatan emosional dan moral mereka. Orang yang cerdas adalah mereka yang dapat
mengendalikan hawa nafsunya, dan mampu berfikir ke depan untuk keselamatan hidupnya di yaumil akhir
kelak.
5. Memenuhi Amanah
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang
yang dapat memenuhi apa yang telah diamanahkan kepadanya. Amanah adalah sesuatu
yang harus dikerjakan bukan
sekedar karena kemauan diri sendiri
saja, melainkan karena kebutuhan standart operasional prosedur (SOP). Seseorang yang bekerja di
kantor, tentunya mendapatkan amanah mengelola uang. Seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin dia akan
mendapatkan amanah untuk mengelola sumber daya untuk kemakmuran rakyatnya.
Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi apa yang diamanahkan
kepadanya. Untuk dapat memenuhi amanah, maka sangat diperlukan disiplin tinggi
dan penuh kesadaran. Seseorang akan dapat menjaga amanahnya dengan baik jika memiliki
soliditas moral dan spiritual. Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafiq yaitu
apabila dia diberi amanah dia ingkar. Ingat, bahwa orang munafiq tempatnya di
kerak neraka.
6. Memenuhi Janji
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang
yang dapat memenuhi janjinya dengan
baik. Janji adalah sesuatu yang harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap
apa yang telah disetujui atau diikrarkan
oleh dirinya sendiri. Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafiq yaitu apabila
di berkata maka dia berbohong. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi apa yang yang
telah ia janjikan. Untuk dapat memenuhi janji maka sangat diperlukan
pengetahuan dan prediksi yang cukup tinggi, yaitu apakah dia sangup melaksakan
atau tidak. Janji hanya dapat dipenuhi jika kita memiliki kebiasaan disiplin tinggi. Janji dapat dipenuhi dengan
baik jika melakukan janji kita penuh penuh dengan kesadaran. Iman kita
mengalami kondisi naik turun, Rasulullah SAW mengatakan “al imanu yazid wa yankus”, iman seseorang itu naik dan turun
tergantung bagaimana aktifitasnya, sehingga kita harus mampu dan selalu menyegarkan janji kita untuk
dapat selalu konsisten terhadap apa yang kita janjikan. Seseorang akan dapat
menjaga janjinya dengan baik jika memiliki kualitas moral dan spiritual.
7. Konsistensi
Orang yang akan masuk surga hanyalah orang
yang mampu memelihara sholat. Untuk mendapatkan sukses dengan mutu tinggi, maka
kita harus bekerja dengan konsisten atau memiliki karakter: “small, continous and improvement”; bekerja memulai dari yang
kecil-kecil, tapi secara terus menerus dan sampil meningkatkan diri untuk
mencapai kualitas prima. Dalam manajemen kita mengenal teknik benchmarking, yaitu suatu teknik untuk mendapatkan
sukses, maka lembaga atau seseorang tersebut harus mencari model (qudwah) yang secara
terus-menerus di
implementasikan dan kemudian di bandingkan hasilnya dari lembaga yang di tiru sampai mendapatkan mutu
yang sama. Ini dapat
berhasil apabila di lakukan secara konsisten.

Posting Komentar untuk "Memahami Makna Sukses Dimensi Dunia dan Akhirat"